Boim, Pedagang Kue Pancong

Boim, Pedagang Kue Pancong Legendaris di Palembang Sejak 80-an, Jika Dipesan Raup Rp 2 Juta

Boim, Pedagang Kue Pancong, Siapa tak kenal kue pancong, jajanan tradisional dari tepung terigu yang dipanggang dan diberi taburan diatasnya? Rasanya buang gurih dan manis membuat kue ini tak hanya digemari anak-anak usia sekolah dasar saja, tetapi juga disukai berbagai kalangan usia.
Di kota Palembang, ada satu penjual kue pancong legendaris yang setiap hari menjual kue tersebut di Jl Diponegoro Baru No. 250, Palembang atau tepatnya di depan warung makan bebek terkenal yang juga berdampingan dengan SDN 140 Palembang.
Boim namanya. Pria berusia 57 ini sejak medio 1980 telah menjajakan kue pancong racikannya.
Dia mengisahkan di awal kedatangannya dari Kuningan, Jawa Barat, pada tahun 1979, dia sempat kebingungan akan memilih pekerjaan.

Waktu berlalu, setelah sempat mencoba berbagai profesi, Boim memutuskan menjual kue pancong.

Saya jualan dari tahun 80-an. Dari pancong harga Rp10 sampai sekarang Rp2 ribu. Alhamdulillah masih banyak pembeli, katanya, Sabtu (19/9/2020).
Boim mengungkapkan, untuk bisa tetap menjadi pilihan pelanggan, dia menawarkan beragam pilihan tambahan taburan kue pancong. Ada topping coklat, meses, nanas, stroberi, keju, sampai green tea.
Saya coba ikuti zaman. Enggak bisa dengan satu atau dua topping saja,tambah dia.
Bapak lima anak ini mengaku pendapatannya dari berjualan kue pancong pun cukup lumayan. Dalam sehari dia dapat mengantongi penghasilan hingga Rp250 ribu.
Rata-rata setiap harinya Boim menyiapkan sekitar dua sampai tiga kilogram adonan kue pancong.
Lain lagi bila dia mendapat pesanan untuk acara pernikahan, ulang tahun atau lainnya, dia bisa menghabiskan hingga 10 kilogram adonan kue.
Kadang ada yang pesan langsung 1.000 atau 2.000 kue. Lumayan bisa sampai Rp2 juta kalau diundang ke acara. Biaya ke sana ditanggung yang mengundang, ujar Boim.
Meskipun demikian, saat ini Boim mengaku pendapatannya berkurang lumayan drastis karena siswa sekolah dasar harus menjalani sekolah dari rumah.
Selain itu, pesanan dalam jumlah besar pun harus tertunda karena penyelenggaraan berbagai acara atau kegiatan harus dibatalkan di masa pandemi Covid-19.
Ini, kan, saya jualan depan SD. Biasanya sampai siang aja sudah pasti 200 ribu. Setelahnya mangkal sebentar dan keliling terus pulang ke rumah. jelas Boim